MERAJUT KEHIDUPAN HARMONIS, MEMBANGUN KEBERSAMAAN DI TENGAH COVID-19*)


30 December 2020 (9 months ago) Pendidikan 438 Viewers

      Dari Webinar Nasional yang bertema : “Bersama Membangun Kehidupan Harmonis”, pada 26 Desember 2020 yang lalu, saya berkesempatan sebagai pemakalah dengan sub tema:  “Bagaimana Membangun Tiga Keharmonisan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19”.  Fenomena sampai sekarang di belahan dunia, lebih 200 negara sedang dilanda musibah wabah Pandemi  penyakit yang disebabkan oleh virus bernama  COVID-19 (Corona Virus Diseases-19). Virus ini awalnya mulai berkembang di Tiongkok Kota Wuhan, Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus covid-19 sebagai Pandemi dunia sampai penghujung tahun ini.

      Sejak diumumkan oleh Presiden R.I. Joko Widodo mengenai kasus pertama Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada awal Maret 2020 yang lalu sampai akhir tahun 2020, Negara dunia dan kita Indonesia masih dihadapkan pada masa pandemi. Hampir seluruh sektor kehidupan lumpuh, tidak terkecuali di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi global. Dengan timbulnya wabah Pandemi Covid-19 yang ke hampir seluruh negara dunia, data terakhir per 25 Desember 2020 tercatat lebih 200 Negara terinfeksi, lebih dari 78.297.099 Positif, 55.070.126 sembuh, 1.722.120 meninggal dunia. Sedangkan di Indonesia kasus positif 700.097 orang, sembuh 570.304 orang, meninggal 20.584 orang, timbul pertanyaan kapan Covid-19 akan berakhir dan apa dampak sosial-ekonomi bagi dunia dan Indonesia, bagaimana kita menghadapi Covid-19 dalam new normal (kebiasaan baru) tersebut. Ditambah lagi issue muncul Virus varian baru yang penularannya lebih cepat di dunia, ini menambah beban penderitaan kehidupan manusia.

      Kondisi manusia dunia, di muka bumi ini mengalami krisis, yaitu krisis moneter dan krisis moral. Kalau krisis moneter yang masih dapat diamati, ada yang tidak terlihat yang mengancam kehidupan manusia yaitu Pandemi COVID-19. Bermula dari krisis moral, karena penyebab utamanya juga kita manusia karena manusia tidak menjunjung hidup, gagal hidup harmonis antar sesama dan lingkungan. Gagal menghormati dan hidup harmonis dengan semua makhluk. Kemajuan materi tidak terbendung dalam sejarah manusia, namun   kemajuan dari psikis spiritual dan moralitas tidak ada kemajuan, bahkan bertambah rusak, ini dibuktikan dengan pertikaian, konflik antar sesama manusia dunia makin hari makin parah. 

      Para ahli terus mencari solusi untuk menyelamatkan krisis moneter, mencari vaksin mencegah penularan Virus, tetapi semua itu tidak mengakar kepada penyakit manusia yang sebenarnya, hanya mencari solusi penyelamatan sementara. Kondisi saat ini menjadi Karma global umat manusia karena ulah, pola pandang, dan prilaku manusia sudah memuncak sebagai penghancuran diri manusia itu sendiri yang harus diakhiri. Manusia harus menghormati “Hidup”, harus memulai dengan harmonis, sikap bertoleransi, pengertian, saling mendukung, membangun kebersamaan menghargai hidup, saling memotivasi, dan antusias memberi semangat hidup. Hidup harmonis, merajut kerukunan dan menjunjung hidup kebersamaan, kesuksesan, dan kejayaan bersama.

      Hidupnya manusia dunia saat ini sangat menyedihkan, seperti membabi buta, hanya menjunjung, mendewakan teknologi, informasi dan komunikasi. Melalui alat komunikasi handphone,   mencari popularitas, kedudukan dan jabatan semata. Sementara menjadi manusia bermoral kita lalaikan, misalnya dirumah tangga antara anggota keluarga kurang harmonis, masyarakat, negara, bangsa tidak harmonis, semua hanya berlandaskan ego-diri masing-masing, tidak peduli dengan sekitarnya. Orang yang punya jabatan, menjadi terkenal dan kedudukan, menggunakan semua demi keuntungan diri semata, berlaku korupsi dengan jabatannya, tidak peduli dengan penderitaan orang lain walau ditengah pandemi. Dimasa industrialisasi, terus mengejar kekayaan harta benda, terus berpikir dan berbuat mengagalkan orang lain, menjatuhkan lawan. menghancurkan saudara lainnya. Maka muncullah Covid-19, sebagai bentuk pengadilan pada umat manusia agar kembali kepada jalan hidup yang normal, yaitu Hidup Harmonis bersama.

      Menurut YM. Wang Ci Guang, Founder INLA(International Nature Loving Association) bahwa Manusia Harmonis (Hexie) baru disebut manusia sukses, menjunjung hidup harmonis, mengajarkan pentingnya hidup harmonis. Mengapa kita menjunjung harmonis, bagaimana cara membina hidup harmonis, keluhuran, kebahagiaan hidup harmonis. Seni hidup yang tinggi harmonis, kebenaran yang kita cari untuk direalisasi dalam hidup ini. Belajar dari alam yang harmonis. Alam bagian Langit-bumi bagaikan ayah bunda, mari kita mulai mencintai langit bumi alam semesta, bersyukur, tidak mungkin bisa hidup tanpa langit bumi, besar budi langit bumi mengayomi dan membesarkan makhluk, kita harmonis dengan alam karena semua diberikan oleh alam, bersyukur dengan langit bumi, mengasihi alam semesta, tidak akan menciptakan polusi udara, air, alam ini. Karena industrialisasi manusia mengali sumber daya alam mengotori alam, polusi bagi langit dan bumi, terjadinya global warming, perubahan cuaca ekstrim dibelahan bumi, karena perbuatan manusia merusak langit dan bumi.

      Manusia hidup di dunia ada sekitar tujuh milyar lebih adalah satu keluarga, engkau dan aku alam semesta satu keluarga, langit-bumi adalah keluarga semesta, semangat berkeluarga, beda bangsa suku, kewarganegaraan, agama, dan kepercayaan kita adalah satu keluarga. Etnis, warna kulit,  berbeda tetap satu keluarga, peradaban berbeda kita satu keluarga. Semua makhluk satu keluarga maka kita harus harmonis, hormati kemuliaan hidup semua makhluk, sampai sebatang rumput, sekuntum bunga,  bagian dari alam semesta. karena bagian keluarga besar alam semesta maka kita harus mencintainya, harus harmonis, selaras dengan semua bentuk kehidupan alam semesta. Inilah makna satu keluarga harus menjunjung hidup harmonis.

      Bagaimana melakukan hidup harmonis, harmonis satu satunya mempertahankan hidup umat manusia, tak ada pilihan lain. ketika kita mempertahankan hidup dalam waktu sama, juga memikirkan saudara kita memerlukan kelangsungan hidup, hidup tidak ternilai,  tidak ada alasan hidup menyalahkan orang lain, karena rahmat pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa,  sebagai makhluk ciptaanNya terlahir manusia, sewajarnya menghargai nilai hidup kelahiran manusia.  Yang paling berharga hidup ini adalah hidup dalam Kehabagiaan(kegembiran) harmonis, Kerukunan Harmonis, dan Kebersamaan Harmonis.

      Mencintai hidup baru bahagia, harmonis diri sendiri, rukun pada orang lain lingkungan, pada negara sebagai semangat kesetiaan, sebagai anak kepada orangtua berlaku bakti, keluarga suami istri saling mengasihi, hidup rukun mesra, dengan putra-putri mengasihi, dengan tetangga, menghormati pri kebenaran dan keadilan. Kemulian dimulai dari pribadi diri sendiri, menyayangi diri dan kehidupan orang lain, memberi kontribusi kepada masyarakat yang tanpa pamrih.  

      Dalam sebuah lirik tembang Kasih Alam yang ditulis President INLA, Wang Ci Guang tentang Era Harmonis Telah Tiba menyebutkan bahwa arus  dunia baru  yang harmonis  telah  datang tak terbendung, runtuh kan semua tembok   pemisah,  segala pertentangan, hadirkan budaya   peradaban, dan nilai   hidup yang  baru, jiwa raga harmonis  gembira, keluarga  harmonis  hidup sejahtera. Masyarakat, harmonis aman  tentram, bangsa harmonis,  kan  maju makmur jaya, dunia harmonis  satu  keluarga, damai  sentosa, manusia  alam harmonis,  kehidupan lestari, dunia harmonis  satu  keluarga, damai  sentosa, wujud kan kampung  halaman yang indah,  damai dan bahagia.

      Saat ini yang paling mendesak untuk diselesaikan permasalahan dunia adalah seluruh umat manusia tujuh milyaran lebih ini harus mempunyai kesatuan pandangan bahwa dunia adalah Satu Keluarga. Bila kita ingin menyelamatkan dunia agar umat manusia memiliki masa depan yang gilang gemilang, maka satu-satunya cara adalah kita harus  membangun hidup harmonisan dalam kebersamaan, dengan pandangan benar hidup  Dunia Satu Keluarga, memandang semua adalah saudara. Walaupun kita hidup di dunia dengan berbagai suku dan bangsa, agama dan ajaran yang berbeda, adat istiadat dan kebiasaan yang berbeda, namun kita  adalah saudara dalam satu  keluarga, bahkan terhadap semua makhluk dan kehidupan yang ada di muka bumi ini kita pandang sebagai satu keluarga semesta.

      Keharmonisan adalah akar utama harus dilakukan oleh setiap manusia untuk bersama-sama mewujudkan dunia damai bahagia, dengan menjunjung, melindungi, mencintai, memuliakan semua bentuk kehidupan, maka kita akan dapat hidup harmonis dengan langit, bumi, manusia, dan semua makhluk di semesta raya ini. Hidup ini menjadi indah alami apabila diantara kita dapat membangun keharmonisan dan kebersamaan.

      Keindahan  harmonis dapat dibangun dengan tiga bentuk yaitu Kegembiraan, Kerukunan, dan Kebersamaan harmonis. Implementasi Kegembiraan harmonis dengan  senantiasa bersyukur, tidak serakah, menyayangi berkah, berpuas batin, dan berjiwa yang lapang. Kerukunan harmonis dengan bersikap toleransi, saling menghormati, murah hati, mendahulukan kepentingan umum, dan gotong royong. Kerukunan harmonis dengan kooperatif, rasa kepemilikan bersama, berkolaborasi, cita-cita bersama dan sukses (jaya) bersama.

      Dalam hidup bersama ini  akan terjadi gembira harmonis, rukun harmonis, dan kebersamaan harmonis. Ditengah orang yang memikirkan diri sendiri, sulit menemukan orang-orang yang  dapat saling memperhatikan, karena setiap orang mempunyai egonya. Untuk mencapai sukses bersama tidak mudah, setiap orang inginnya sukses sendiri, orang dahulu mengatakan konsep hidup yang sukses adalah dengan menjadikan orang lain sukses, inilah moralitas bersama yang harus dicapai untuk mencapai keindahan hidup harmonis. Hidup dengan menjaga keasrian lingkungan, hidup harmonis antar manusia dan alam. Alam telah menyediakan segala kebutuhan manusia agar dapat bertahan hidup, semua tumbuh  dan berkembang dari alam langit dan bumi, kita hargailah dan jagalah alam agar tidak rusak, untuk masa depan manusia dan keturunannya.

      Dalam membangun hidup harmonis bersama, kita dapat menjaga etika dan moral tersebut agar dimasyarakat terjadi keharmonisan. Harkat dan martabat manusia ditentukan oleh sikap prilakunya, kita juga harus menghormati, menghargai harkat dan martabat segala bentuk kehidupan, termasuk makhluk hidup yang lebih rendah derajatnya dari manusia atau binatang sekalipun harus dihargai dan hormati hidupnya.

      Semakin penting kita membangun hidup harmonis bersama di muka bumi ini, dengan latar belakang kepercayaan, suku, etnis, adat istiadat, bahasa,  dan segala perbedaan kita merasakan keindahannya dunia, bagaikan pelangi yang berwarna warni, bagaikan aneka warna bunga yang sangat indah, bagaikan langit yang indah, kita bersatu walaupun berbeda dengan semboyan Bhinneka  Tunggal Ika. Persoalannya bukanlah perbedaan, tetapi hati manusia tidak bisa menerima perbedaan tersebut dengan terbuka, padahal perbedaan yang ada dapat dijadikan potensi yang besar dalam membangun bangsa ini, barulah dapat menjadi bangsa yang maju, makmur, dan mandiri seperti yang diharapkan. Indonesia harmonis Dunia Satu Keluarga.

      Di lembaga pendidikan yang mendidik masa depan bangsa, kita berkomitmen membangun sebuah dunia baru, yang dikenal Moralitas Dunia Satu Keluarga yang dibangun dengan landasan budaya baru, peradaban baru, nilai-nilai hidup baru, dan moralitas baru. Ini dapat sebagai  misi dan pilar utama dalam pembangunan pendidikan di Indonesia untuk menghadapi berbagai krisis multidimensi dan krisis moral spiritual manusia. Dengan kesimpulan antara lain; (1) Perubahan menuju pembaharuan ini harus dengan komitmen bersama dan tidak hanya statement, haruslah dimulai dari semua elemen Pendidikan  dari stakeholder atau yayasan, pimpinan satuan pendidikan, guru, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, peserta didik, dan orangtua atau komite sekolah, karena pendidikan masyarakat harus mendapat dukungan dari masyarakat secara umum. (2) Menjadi personal yang berdisiplin tinggi dalam  energi positif dalam mewujudkan keharmonisan hidup, (3) Menjadi role model dalam mempengaruhi dan memahami lingkungan sekitar dan serta dapat merespon dengan tepat; (4)Mengembangkan  misi Harmonis bersama sebagai dasar untuk mengembangkan komitmen hidup secara berkelanjutan, (5) Mengembangkan tim pembelajar yang dialogis, mengembangkan kapasitas kebersamaan tim, berasumsi dengan pemikiran harmonis bersama, mewujudkan Dunia Satu Keluarga (one universal family) memandang semua bagai saudara ; (6) Mengembangkan cara berpikir  yang terintegrasi dan berkolaborasi dengan semua elemen. Selamat Menyambut perubahan Tahun Baru 2021.

*) Penulis : Sonika, S.E.,S.Ag.,M.Pd, Dosen Tetap STAB Maitreyawira Pekanbaru

Pendidikan Lainnya

...

Pendidikan Tak Berjumpa

02 May 2021 (5 months ago)

Pendidikan Tak Berjumpa  (Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pe...

...

Peran Dosen Agama Buddha Dalam Strategi Mendesain Model Pembelajaran Yang Menarik Dan Menyenangkan Selama Masa Pandemi Covid-19

23 April 2021 (5 months ago)

Rida Jelita.S.H., M.H Dosen STAB Maitreyawira, Riau Abstrak Semua i...

...

Abdi Negara Dan Abdi Dharma (dalam Rangka Hari Guru Nasional Dan Hut Pgri Ke-75)

26 November 2020 (10 months ago)

Hidup demi pelayanan pada Negara bidang pendidikan dan pelayanan pada ...

...

Eco Enzyme Dan Pencapaiannya Yang Luar Biasa Dalam Bidang Pertanian.

26 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Siapakah Dr. Rosukon Poompanvong? Rosukon Poompanvo...

...

Implementasi Sekolah Bebas Sampah Organik

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita   Masalah sampah organik (contoh sisa sayuran da...

...

Eco Enzyme Vs Covid-19

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Sebenarnya sejak kapan COVID-19 masuk ke negeri kita...

...

Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

05 September 2019 (2 years ago)

Disusun oleh Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira &...

...

Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha Menuju Dunia Satu Keluarga

04 September 2019 (2 years ago)

           Undang Undang Nomor  20&...

...

Eco Enzyme Do It Yourself

31 August 2019 (2 years ago)

OLEH RIDA JELITA, S.H., M.H. (DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA) Eko Enzi...

...

Pentingnya Lembaga Alumni Di Stab Maitreyawira

17 July 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Pendidikan Memperbaiki Nilai Kehidupan

30 May 2019 (2 years ago)

Memberi nilai kehidupan manusia Melihat fenomena Kehidupan , orang se...

...

Bagaimana Merumuskan Visi Dan Misi Perguruan Tinggi

10 April 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira Setiap l...

...

Tips Agar Tugas Kuliah Selesai Tepat Waktu

28 March 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Memanfaatkan Teknologi Untuk Bahan Ajar Pembelajaran

16 February 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen STAB Maitreyawira yadisutikno@gm...

...

Tips Untuk Mahasiswa Agar Sukses Kuliah

18 December 2018 (2 years ago)

Setiap mahasiswa tentu ingin sukses kuliah. Tentu saja keinginan sukse...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (2)

15 November 2018 (2 years ago)

Memahami Tiga Konsep Kehidupan Manusia yaitu  Naturalis, Humanis,...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (1)

15 November 2018 (2 years ago)

Evolusi adalah proses yang mesti dilalui menuju peradaban. Harmonis ad...

...

Orasi Ilmiah Pada Wisuda Sarjana Ke-12 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten

15 October 2018 (3 years ago)

Namo Buddhaya,   Damai sejahtera selalu menyertai kita semua, &nb...

...

Andai Aku Iron Man

15 October 2018 (3 years ago)

Sejak kuliah di STAB Maitreyawira yang ada diotak kita mungkin kapanla...

...

Kuliah Dengan Google Classroom?

07 October 2018 (3 years ago)

Baru 1 hari saya mencoba aplikasi pendidikan yang disediakan oleh goog...

...

Perkuliahan Jarak Jauh – E Learning?

07 October 2018 (3 years ago)

Dalam dunia pendidikan tinggi mengenal istilah E-Learning, istilah ter...

...

Tips Mendapatkan Nilai A

01 October 2018 (3 years ago)

Mendapatkan nilai A sewaktu belajar di kampus merupakan suatu hal yang...

...

Menggagas Pendidikan Moral

11 September 2018 (3 years ago)

Pendidikan sangat berperanan penting dalam proses peningkatan kualitas...