MODERASI BERAGAMA DALAM KONSEP “DUNIA SATU KELUARGA” – Bagian 1 *)


24 March 2023 (11 months ago) Pendidikan 997 Viewers



             Indonesia sebagai negara multikultural, artinya mempunyai keanekaragaman budaya, suku, ras, dan agama, yang memiliki penduduk yang banyak, wilayah yang luas, kekayaan alam melimpah, beserta kekayaan bahasa yang beragam. Keragaman ini menjadi kekayaan sekaligus sebuah potret pluralisme, namun hal tersebut dapat memicu terjadinya gesekan dan permasalahan yang mengganggu keharmonisan, tak terkecuali gesekan yang timbul karena perbedaan dari segi agama. Berbagai agama di Indonesia mengimplikasikan dua sisi, yaitu sisi positif sebagai kekayaan, sedangkan sisi negatif keanekaragaman membuat fanatisme dalam radikalisme eksklusivisme dan primordialisme yang dapat menimbulkan gesekan dan konflik di antara komunitas-komunitas beragama. Kepercayaan atau agama masyarakat Indonesia yang resmi diakui oleh negara yaitu ada enam agama. Islam, Kristen, Katolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Namun, di luar dari keenam agama resmi tersebut, masih ada paham-paham atau aliran-aliran kepercayaan lainnya. Menganalisis besarnya jumlah tersebut disertai dengan bentang wilayah yang luas, maka tugas selanjutnya adalah menjaga dan merawat kekayaan immaterial tersebut agar tetap eksis namun tetap menyesuaikan juga dengan pergerakan dan perkembangan zaman.

           Sebagai negara yang majemuk jika dilihat, Indonesia mempunyai potensi yang besar dan sekaligus juga memiliki permasalahan yang cukup besar. Dapat diartikan Indonesia selain besar arah positifnya, besar juga arah negatif atau berbagai permasalahan yang dihadapi.  

           Pendidikan Tinggi merupakan tempat untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas dan berkarakter maka diperlukan pengembangan kompetensi baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan, salah satunya dengan mengembangkan pengetahuan praktis tentang Moderasi Beragama. Muatan moderasi beragama di pendidikan tinggi menjadi penting dalam mencegah radikalisme di kalangan civitas akademik.

          Sejak tahun 2019 Menteri Agama R.I., Lukman Hakim Saifuddin  telah mencanangkan   sebagai Tahun Moderasi Beragama. Moderasi beragama harus menjadi arus utama dalam membangun Indonesia. Menurutnya dalam istilah moderasi beragama harus dipahami bahwa yang dimoderasi bukan agamanya, melainkan cara kita beragama. Hal ini karena ajaran agama sudah pasti moderat. Hanya saja ketika agama membumi, lalu hakikatnya menjadi sesuatu yang dipahami oleh manusia yang terbatas dan relatif. Agama kemudian melahirkan aneka ragam penafsiran dan pemahaman yang berbeda-beda. Oleh karena itu, moderasi beragama merupakan keniscayaan untuk menghindari penafsiran yang berlebihan dan paham keagamaan yang ekstrem, sehingga tidak akan menimbulkan konflik antar umat beragama.

          Dalam implementasi kelembagaan Tim Dosen STAB Maitreyawira mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan Workshop di Semarang pada 9-12 Maret 2020 yang ditaja Ditjen Bimas Buddha Kemenag R.I,  dilanjutkan dengan kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama untuk Dosen PTKB secara daring pada Juni 2021. Maka disusunlah pedoman pengintegrasian Moderasi Beragama dalam Pembelajaran.  STAB Maitreyawira mempunyai misi untuk merealisasikan dan segera terwujudnya cita-cita dan tujuan  “Dunia Damai Sejahtera, dalam bingkai Dunia Satu Keluarga. Dengan Visi, Misi,   Tujuan dan sasaran mengembangkan hidup moderat dalam konsep hidup saat ini yang sangat tepat untuk sebuah perubahan menuju dunia “Era Baru (New Era) melalui empat pembaharuan, yakni Budaya baru, yaitu budaya mengasihi semesta. Peradaban baru, yaitu peradaban yang menghormati kemuliaan dan kewibawaan semua bentuk kehidupan. Nilai hidup baru, yaitu konsep hidup yang meyakini bahwa harkat hidup manusia adalah tak ternilai dan Moralitas baru, yaitu Moralitas “Dunia Satu Keluarga”.

           Moderasi beragama dapat dipahami sebagai cara pandang, sikap,dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama. Tentu perlu ada ukuran, batasan, dan indikator untuk menentukan apakah sebuah cara pandang, sikap, dan perilaku beragama tertentu itu tergolong moderat atau ekstrem. Ukuran tersebut dapat dibuat dengan berlandaskan pada sumber-sumber terpercaya, seperti teks-teks agama, konstitusi negara, kearifan lokal, serta konsensus dan kesepakatan bersama.

            Dalam ajaran Buddha esensi ajaran moderasi beragama terdapat dalam ajaran Dhammacakkappavatana Sutta yang menjelaskan mengenai jalan tengah (Majjhima Patipada). Jangan tengah tersebut mengindikasikan untuk menghindari dua ekstrim yang tidak membawa pada kemajuan secara spiritual. Dalam konteks ini jalan tengah dapat mengacu kepada moderasi beragama dimana konsep ini tidak mengikuti kutub ultra konservatif atau ekstrem kanan dan liberal atau ekstrem kiri. Jalan tengah dalam Buddha Dharma merupakan sebuah cara untuk melenyapkan dukha yang bertumpu pada hawa nafsu dan egoisme untuk mencapai tujuan hidup akhir kebahagiaan sejati Nirvana.

BERSAMBUNG…
 

*)Penulis : Sonika, Dosen STAB Maitreyawira dan Universitas Riau Pekanbaru


(RED_STABM).

Pendidikan Lainnya

...

Berkah Waisak Di Kegiatan Mahanitiloka Dhamma Nasional 2023*)

22 May 2023 (9 months ago)

...

Moderasi Beragama Dalam Konsep “dunia Satu Keluarga” – Bagian 2 *)

24 March 2023 (11 months ago)

          Pengarusutamaan Moderasi Beragama...

...

Implementasi Nilai-nilai Toleransi Guna Mewujudkan Indonesia Harmonis Dunia Satu Keluarga *)

24 January 2022 (2 years ago)

Implementasi Nilai-Nilai Toleransi Guna Mewujudkan Indonesia Harmonis...

...

Pendidikan Tak Berjumpa

02 May 2021 (2 years ago)

Pendidikan Tak Berjumpa  (Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pe...

...

Peran Dosen Agama Buddha Dalam Strategi Mendesain Model Pembelajaran Yang Menarik Dan Menyenangkan Selama Masa Pandemi Covid-19

23 April 2021 (2 years ago)

Rida Jelita.S.H., M.H Dosen STAB Maitreyawira, Riau Abstrak Semua i...

...

Merajut Kehidupan Harmonis, Membangun Kebersamaan Di Tengah Covid-19*)

30 December 2020 (3 years ago)

      Dari Webinar Nasional yang bertema : &l...

...

Abdi Negara Dan Abdi Dharma (dalam Rangka Hari Guru Nasional Dan Hut Pgri Ke-75)

26 November 2020 (3 years ago)

Hidup demi pelayanan pada Negara bidang pendidikan dan pelayanan pada ...

...

Eco Enzyme Dan Pencapaiannya Yang Luar Biasa Dalam Bidang Pertanian.

26 May 2020 (3 years ago)

Oleh Rida Jelita Siapakah Dr. Rosukon Poompanvong? Rosukon Poompanvo...

...

Implementasi Sekolah Bebas Sampah Organik

24 May 2020 (3 years ago)

Oleh Rida Jelita   Masalah sampah organik (contoh sisa sayuran da...

...

Eco Enzyme Vs Covid-19

24 May 2020 (3 years ago)

Oleh Rida Jelita Sebenarnya sejak kapan COVID-19 masuk ke negeri kita...

...

Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

05 September 2019 (4 years ago)

Disusun oleh Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira &...

...

Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha Menuju Dunia Satu Keluarga

04 September 2019 (4 years ago)

           Undang Undang Nomor  20&...

...

Eco Enzyme Do It Yourself

31 August 2019 (4 years ago)

OLEH RIDA JELITA, S.H., M.H. (DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA) Eko Enzi...

...

Pentingnya Lembaga Alumni Di Stab Maitreyawira

17 July 2019 (4 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Pendidikan Memperbaiki Nilai Kehidupan

30 May 2019 (4 years ago)

Memberi nilai kehidupan manusia Melihat fenomena Kehidupan , orang se...

...

Bagaimana Merumuskan Visi Dan Misi Perguruan Tinggi

10 April 2019 (4 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira Setiap l...

...

Tips Agar Tugas Kuliah Selesai Tepat Waktu

28 March 2019 (4 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Memanfaatkan Teknologi Untuk Bahan Ajar Pembelajaran

16 February 2019 (5 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen STAB Maitreyawira yadisutikno@gm...

...

Tips Untuk Mahasiswa Agar Sukses Kuliah

18 December 2018 (5 years ago)

Setiap mahasiswa tentu ingin sukses kuliah. Tentu saja keinginan sukse...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (2)

15 November 2018 (5 years ago)

Memahami Tiga Konsep Kehidupan Manusia yaitu  Naturalis, Humanis,...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (1)

15 November 2018 (5 years ago)

Evolusi adalah proses yang mesti dilalui menuju peradaban. Harmonis ad...

...

Orasi Ilmiah Pada Wisuda Sarjana Ke-12 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten

15 October 2018 (5 years ago)

Namo Buddhaya,   Damai sejahtera selalu menyertai kita semua, &nb...

...

Andai Aku Iron Man

15 October 2018 (5 years ago)

Sejak kuliah di STAB Maitreyawira yang ada diotak kita mungkin kapanla...

...

Kuliah Dengan Google Classroom?

07 October 2018 (5 years ago)

Baru 1 hari saya mencoba aplikasi pendidikan yang disediakan oleh goog...

...

Perkuliahan Jarak Jauh – E Learning?

07 October 2018 (5 years ago)

Dalam dunia pendidikan tinggi mengenal istilah E-Learning, istilah ter...

...

Tips Mendapatkan Nilai A

01 October 2018 (5 years ago)

Mendapatkan nilai A sewaktu belajar di kampus merupakan suatu hal yang...

...

Menggagas Pendidikan Moral

11 September 2018 (5 years ago)

Pendidikan sangat berperanan penting dalam proses peningkatan kualitas...