ECO ENZYME VS COVID-19


24 May 2020 (1 year ago) Pendidikan 1385 Viewers

Oleh Rida Jelita

Sebenarnya sejak kapan COVID-19 masuk ke negeri kita?
    Negeri kita pertama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada Senin 2 Maret 2020. Saat itu, Presiden Jokowi mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus pertama tersebut diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan Warga Negara Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Namun kasus tersebut diduga bukan kasus pertama. Tim pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai memprediksi COVID-19 telah masuk ke Indonesia sejak minggu ke-3 Januari 2020. Pernyataan FKM UI didasarkan pada laporan kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di salah satu daerah sejak minggu ke-3 Januari 2020. Laporan ODP ini dinilai sebagai bukti telah terjadi penularan COVID-19 secara lokal. Menurut kementerian kesehatan total kasus virus corona di Indonesia hingga 23 Mei 2020 menjadi 21.745 orang.
    Sebagaimana kita ketahui corona atau COVID-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Penyebaran virus yang belum ditemukan penawarnya itu hingga kini tak terkendali. Sudah 200 lebih negara di dunia melaporkan adanya kasus terpapar virus corona. jumlah pasien terinfeksi corona di dunia, hingga Minggu (24/5/2020) pukul 8.25 WIB adalah 5.401.612 kasus. Dari 5,4 juta orang yang positif terinfeksi COVID-19, 343,804 pasien meninggal dunia dan 2.247.151 dinyatakan sembuh. Terdapat 213 negara dan wilayah di seluruh dunia yang telah melaporkan COVID-19. (sumber https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/24/091341423/update-corona-24-mei-54-juta-orang-terinfeksi-dan-224-juta-sembuh)

    Pemerintah meminta masyarakat terlibat aktif dalam upaya menangani pandemi COVID-19 di Indonesia. Masyarakat pun diminta untuk meminimalisasi penularan COVID-19 dengan beberapa cara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Cara yang dimaksud sebenarnya telah disampaikan berulangkali sebagai upaya pencegahan penularan virus corona tipe dua ini. Cara pertama adalah dengan menjaga jarak dengan orang lain. Kita sendirilah yang bisa menghadapi. Kita ini bisa menangani COVID-19 secara bersama-sama. Kalau boleh kita katakan, ini adalah kita perang bersama kita melawan COVID-19.

Lahirnya volunter EE

    Sebuah riset oleh Sustainable Waste Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 60% dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik (CNN Indonesia, 2018). Sayangnya, dari total sampah yang dihasilkan (organik dan anorganik), hanya 7.5% yang diolah. Sisa sampah yang tidak diolah ditimbun, dibakar, dibiarkan, dan sebanyak 69% dikirim ke TPA (KLHK, 2017). Padahal, kapasitas TPA sangat terbatas. Contohnya TPA Bantar Gebang yang diprediksi tidak dapat beroperasi lagi pada tahun 2021 (Dinas LH DKI).

    Sampah organik yang menumpuk di TPA memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Sampah organik yang tertumpuk di TPA melalui proses pembusukan anaerob yang menghasilkan gas metana, yaitu gas rumah kaca yang memiliki kemampuan menangkap panas 30 kali lebih efektif dibandingkan karbon dioksida. Reaksi anaerob sampah yang berbahaya ini banyak terjadi pada sampah-sampah organik yang terjebak di antara sampah non-organik (contohnya: sampah makanan yang dibuang di dalam plastik pembungkus). Selain itu, gas metana juga memiliki dampak buruk untuk kesehatan pernapasan masyarakat di sekitar TPA karena mengurangi komposisi oksigen di udara. Masalah lingkungan dan kesehatan yang muncul akibat sampah organik harus diatasi dengan cara mengurangi produksi sampah organik, serta memproses sampah organik yang dihasilkan, salah satunya dengan cara mengolah sampah organik menjadi eco enzyme (EE).

    ALKISAH pada awal Maret 2020, muncullah para volunter yang memakai EE  sebagai salah satu "senjata" untuk melawan COVID-19 di negeri kita tersebut karena COVID-19 disinyalir telah menewaskan banyak orang di negeri ini. EE ini kabarnya  mampu melawan COVID-19. EE ini dipakai oleh para volunter yang tersebar diberbagai penjuru negeri ini. Selama perang COVID-19 ini berlangsung, sekitar ribuan volunter EE memutuskan untuk memakai EE sebagai desinfektan organik dan hand sanitizer organik yang merupakan hal yang perlu diapresiasi. EE aman untuk kesehatan.

    Sebenarnya EE ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong (asal Thailand). Jadi EE adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki. Tidak hanya proses produksinya yang sederhana, tetapi bahan-bahannya juga mudah didapatkan, dapat menghemat biaya. Memiliki banyak fungsi seperti membantu mengurangi jumlah sampah dan sangat ramah lingkungan, dimana cairan EE dipercaya dapat memakan virus-virus berbahaya yang terdapat di udara. Karena kandungannya dapat melepaskan zat ozon (O3) dan mengurangi karbon dioksida (CO2). Selain merubah ozon menjadi oksigen murni, EE juga dapat kabarnya memangsa virus dan bakteri yang ada di udara.

    Menurut saya aksi kepedulian yang dilakukan volunter EE melawan COVID-19 dinegeri ini yang membuat EE menjadi *artis*dadakan, karena EE sebenarnya sudah ada sejak 30 tahun yang lalu, namun baru  terkenal belakangan ini di negeri kita, dengan kata lain COVID-19 telah melambungkan namanya (atau EE jadi terkenal karena COVID-19).

    EE menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan murah. Proses fermentasinya yang selama 3 bulan, memang membutuhkan kesabaran. Namun, larutan yang dihasilkan memiliki khasiat yang sangat banyak. Dalam proses fermentasinya saja, sudah terus dihasilkan gas O3 (ozon) yang sangat dibutuhkan atmosfer bumi. Larutan ekoenzim bila dicampur dengan air, akan bereaksi serta dapat digunakan sebagai cairan pembersih mulai dari piring, lantai, pakaian, kakus, sampai dengan pencuci rambut dan sabun mandi. Bila dibutuhkan, juga bisa melancarkan saluran air yang tersumbat.

    Campuran dengan air bila digunakan untuk menyiram tanaman akan memberi hasil buah, bunga, atau panen yang lebih baik. Kabarnya juga dapat mengusir serangga-serangga pengganggu. Ampas sampah organik yang sudah difermentasi bisa digunakan sebagai pupuk organik yang baik. Banyaknya fungsi dari EE ini membuatnya seolah “larutan ajaib” serba bisa. Dan fungsinya bagi lingkungan tentu juga sangat banyak. Sebab sepanjang pemakaiannya baik sebagai pembersih, pupuk atau yang lain, terus terjadi pelepasan O3 ke udara. Untuk masyakat negeri kita, yang mau belajar tentang EE sudah banyak pahlawan EE di medsos memberikan penjelasan dan pelatihan. Malah EE sudah bisa diproduksi sebagai  Pupuk Organik Cair, Zat Perangsang Tanaman dan Pestisida Nabati. Menurut info salah satu kandungan dalam EE adalah Asam Asetat (H3COOH), yang dapat membunuh kuman, virus dan bakteri.

    Sejumlah volunter EE telah bergerak melakukan penyemprotan disinfektan alami tersebut ke sejumlah lokasi permukiman warga, rumah ibadah dan jalanan akhir-akhir ini. Volunter EE ini juga membagikan disinfektan alami EE  secara gratis yang selama ini diyakini sebagai disinfektan paling aman digunakan dalam rumah tangga. Konon cara kerja kerja EE persis seperti disinfektan lainnya, dapat membunuh berbagai jenis kuman, bakteri, dan jamur. Tim volunter EE terus melakukan sosialisasi tentang EE, mensupplai gratis larutan EE ke warga karena aman terbuat dari proses fermentasi alami sari sayur dan buah-buahan. Aman buat semua orang, termasuk anak-anak karena terbuat dari baham alami, dengan udara bersih di luar dan dalam rumah masing-masing, risiko flu, batuk, dan demam menjadi lebih rendah. Kegiatan ini terinspirasi dari kegiatan serupa di luar negri, terutama di China dan Malaysia.

Harapan kita semoga COVID-19 segera berlalu, kita tetap membutuhkan EE untuk kehidupan manusia, kita dapat juga menjaga alam lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang.

Pendidikan Lainnya

...

Pendidikan Tak Berjumpa

02 May 2021 (6 months ago)

Pendidikan Tak Berjumpa  (Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pe...

...

Peran Dosen Agama Buddha Dalam Strategi Mendesain Model Pembelajaran Yang Menarik Dan Menyenangkan Selama Masa Pandemi Covid-19

23 April 2021 (7 months ago)

Rida Jelita.S.H., M.H Dosen STAB Maitreyawira, Riau Abstrak Semua i...

...

Merajut Kehidupan Harmonis, Membangun Kebersamaan Di Tengah Covid-19*)

30 December 2020 (10 months ago)

      Dari Webinar Nasional yang bertema : &l...

...

Abdi Negara Dan Abdi Dharma (dalam Rangka Hari Guru Nasional Dan Hut Pgri Ke-75)

26 November 2020 (1 year ago)

Hidup demi pelayanan pada Negara bidang pendidikan dan pelayanan pada ...

...

Eco Enzyme Dan Pencapaiannya Yang Luar Biasa Dalam Bidang Pertanian.

26 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Siapakah Dr. Rosukon Poompanvong? Rosukon Poompanvo...

...

Implementasi Sekolah Bebas Sampah Organik

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita   Masalah sampah organik (contoh sisa sayuran da...

...

Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

05 September 2019 (2 years ago)

Disusun oleh Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira &...

...

Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha Menuju Dunia Satu Keluarga

04 September 2019 (2 years ago)

           Undang Undang Nomor  20&...

...

Eco Enzyme Do It Yourself

31 August 2019 (2 years ago)

OLEH RIDA JELITA, S.H., M.H. (DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA) Eko Enzi...

...

Pentingnya Lembaga Alumni Di Stab Maitreyawira

17 July 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Pendidikan Memperbaiki Nilai Kehidupan

30 May 2019 (2 years ago)

Memberi nilai kehidupan manusia Melihat fenomena Kehidupan , orang se...

...

Bagaimana Merumuskan Visi Dan Misi Perguruan Tinggi

10 April 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira Setiap l...

...

Tips Agar Tugas Kuliah Selesai Tepat Waktu

28 March 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Memanfaatkan Teknologi Untuk Bahan Ajar Pembelajaran

16 February 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen STAB Maitreyawira yadisutikno@gm...

...

Tips Untuk Mahasiswa Agar Sukses Kuliah

18 December 2018 (2 years ago)

Setiap mahasiswa tentu ingin sukses kuliah. Tentu saja keinginan sukse...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (2)

15 November 2018 (3 years ago)

Memahami Tiga Konsep Kehidupan Manusia yaitu  Naturalis, Humanis,...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (1)

15 November 2018 (3 years ago)

Evolusi adalah proses yang mesti dilalui menuju peradaban. Harmonis ad...

...

Orasi Ilmiah Pada Wisuda Sarjana Ke-12 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten

15 October 2018 (3 years ago)

Namo Buddhaya,   Damai sejahtera selalu menyertai kita semua, &nb...

...

Andai Aku Iron Man

15 October 2018 (3 years ago)

Sejak kuliah di STAB Maitreyawira yang ada diotak kita mungkin kapanla...

...

Kuliah Dengan Google Classroom?

07 October 2018 (3 years ago)

Baru 1 hari saya mencoba aplikasi pendidikan yang disediakan oleh goog...

...

Perkuliahan Jarak Jauh – E Learning?

07 October 2018 (3 years ago)

Dalam dunia pendidikan tinggi mengenal istilah E-Learning, istilah ter...

...

Tips Mendapatkan Nilai A

01 October 2018 (3 years ago)

Mendapatkan nilai A sewaktu belajar di kampus merupakan suatu hal yang...

...

Menggagas Pendidikan Moral

11 September 2018 (3 years ago)

Pendidikan sangat berperanan penting dalam proses peningkatan kualitas...