Eco Enzyme dan Pencapaiannya yang luar biasa dalam Bidang Pertanian.


26 May 2020 (1 year ago) Pendidikan 5973 Viewers

Oleh Rida Jelita

Siapakah Dr. Rosukon Poompanvong?

Rosukon Poompanvong, pendiri Health Farm di Thailand, lahir pada tahun 1956 (64 tahun) di Provinsi Suphanburi dan menerima gelar MA dari Universitas Kasetsart Bangkhen, Bangkok pada tahun 1983. Ia mendapat gelar B.A. dalam bidang Pendidikan dari Universitas Kasetsart pada tahun 1983. Kemudian ia pergi ke Sri Lanka untuk belajar Pengobatan Alternatif di Colombo Calubo Villa Hospital University, dan meraih gelar Ph.D. pada tahun 1992. Dr. Rosukon juga merupakan orang Asia pertama yang menerima gelar Ph.D. gelar dalam pengobatan alternatif.

Dia juga belajar Pengembangan Terpadu di Universitas Haifa, Israel pada tahun 1983; Pembangunan Perdamaian dari Institute of Moral ReArmament di Swiss pada tahun 1984; Pengembangan Kerjasama Pertanian di Swedia pada tahun 1986; dan Keuangan dan Administrasi Bank di Jerman dan Swiss.

Karena blood disease yang dideritanya sejak lahir, Dr. Rosukon memiliki komitmen kuat untuk membantu orang lain yang juga menderita penyakit atau memiliki masalah kesehatan. Ia mengembangkan teknologi dengan memanfaatkan potensi penuh dari organisme tanah dengan menggunakan limbah organik yang difermentasi untuk pemupukan tanaman dan perlindungan terhadap serangan hama, juga efektif sebagai suplemen makanan ternak (untuk babi dan ayam).

 Dia adalah seorang mahasiswa pertanian, pada akhir tahun 1970-an, maka tidak heran jika selalu bekerja di lingkungan tanaman-tanaman yang memakai bahan kimia seperti pestisida, tentu tidak sesuai dengan kondisi Dr Rosukon yang menderita blood disease sejak lahir. Sehingga untuk mengatasinya dia mencari solusi, dengan mengembangkan teknologi untuk memanfaatkan potensi penuh dari organisme tanah dengan menggunakan limbah organik yang difermentasi (dikenal garbage enzyme/enzim sampah, belakangan dikenal sebagai eco enzyme) untuk pemupukan tanaman dan pembasmi hama. Pada tahun 1997, ia mendirikan Health Farm di provinsi Rayong sebagai pusat pelatihan metode pertanian organik yang juga menerima pasien yang mencari pengobatan alternatif (alami) untuk melawan penyakit seperti kanker, HIV, diabetes, dan kebutaan.

Rosukhon Poompanvong menghadiri Produksi Makanan untuk Konferensi Populasi Dunia di Parlemen Eropa di Belgia pada tahun 1986; Konferensi Petani di India pada tahun 1991; bekerja pada Proyek Pengembangan Daerah Aliran Sungai Khek dari 1979 - 1986; bekerja untuk Asosiasi Kependudukan dan Pengembangan Masyarakat; bekerja untuk Institut Pengembangan Moral Internasional Swiss; mendirikan Healthy House Club dari tahun 1999 hingga sekarang; memberi saran kepada Menteri Kementerian Pertanian dan Koperasi pada tahun 2002; dan menjabat sebagai Wakil Presiden Klub Pertanian Organik Thailand

Pada tahun 90-an, ia mulai mendirikan Health Farm di berbagai provinsi di Thailand sebagai pusat pelatihan bagi para perumus metode pertanian organik untuk menyembuhkan masalah kesehatan dengan pola makan makanan sehat. Karena kontribusinya, ia menerima penghargaan untuk pencapaian luar biasa dalam pertanian organik Pada tanggal 16 Oktober 2003 Kantor Regional FAO di Bangkok (Thailand) telah memberikan penghargaan kepada tiga petani terkemuka dari Wilayah Asia-Pasifik. Para petani menerima penghargaan dari HRH Princess Maha Chakri Sirindhorn selama perayaan Hari Pangan Sedunia tahun 2003 di Bangkok.

Rosukon Poompanvong adalah seorang wanita dengan semangat dan kemurahan hati yang luar biasa. Dia bekerja sama dengan petani di seluruh Thailand dan di Eropa, dia telah berhasil menumbuhkan dan memasarkan hasil pertanian berkualitas tinggi tanpa menggunakan pupuk kimia. Hasil karyanya selama seperempat abad terakhir telah terbukti menguntungkan secara finansial dan, yang lebih penting, ramah bagi lingkungan.

Misinya adalah membantu orang-orang untuk menyembuhkan diri sendiri. Banyak penduduk desa datang dari jauh-jauh ke Health Farm untuk mempelajari metodenya dalam menanam, merawat tanaman, dan mendaur ulang semua sampah organik. Dia juga memberikan pelatihan keliling, pelatihan spesialisnya, termasuk bekerja untuk menyembuhkan individu maupun masyarakat.  mengunjungi tiga desa dalam seminggu. Ibarat jika Thailand berniat membuat dapur dunia, maka Dr Rosukon bertekad untuk menjadikannya sebagai "dapur yang baik, bukan dapur yang beracun".

Akhirnya karena kontribusi besarnya dan cintanya kepada sesama manusia, bumi dan kehidupan itu sendiri, Dr. Rosukon memenangkan medali "Cinta Global ke-11 tahun 2008" di antara 1.868 kandidat dari Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Chou Ta-Kuan (YPK Chou Ta-Kuan). Karena mempertimbangkan kondisi kesehatan Dr. Rosukon, maka YPK Chou Ta-kuan telah memutuskan untuk mengadakan seremonial untuk Dr. Rosukon di Bangkok (alih-alih mengadakannya di Taipei) pada bulan September 2008 bersama penerima penghargaan lainnya yang berasal dari sebelas negara lainnya. YPK Chou Ta-Kuan juga mengambil kesempatan ini untuk melakukan serangkaian program amal di Bangkok selama 18-26 Januari.

 Tim dari YPK Chou Ta-Kuan, yang dipimpin oleh pendirinya (Mr. Chin-Huar Chou) ingin berbagi pengalaman dalam menetapkan dan menjalankan yayasan sosial  nirlaba ini dengan yayasan-yayasan sosial di negara-negara Asia lainnya. Pesan utama yang disampaikan Yayasan ini selama bertahun-tahun adalah untuk mencintai kehidupan sendiri, menghormati kehidupan orang lain, dan melindungi kehidupan bumi.

Rosukon telah terlibat aktif dalam penelitian eco enzyme (EE) selama lebih dari 30 tahun. Sehingga ia disebut sebagai pencipta EE. EE adalah solusi organik yang dihasilkan dari fermentasi sederhana sayuran segar dan / atau limbah kulit buah, gula merah dan air dengan formula 1 : 3 : 10.

Rosukon EE menciptakan rantai alami protein, garam mineral, dan enzim. Berdasarkan penelitiannya, Dr. Rosukon mengatakan proses katalitik selama produksi EE menghasilkan gas ozon, O3, yang mengurangi karbon dioksida di atmosfer dan logam berat di awan yang menahan panas, sehingga mengurangi pemanasan global.

Kata Rosukon Karena di kota Anda tidak dapat menanam banyak pohon, kita dapat menggunakan EE ini, menaruhnya di wadah kedap udara dan memasukkan gula dan air. Lalu Anda memasukkannya ke dalam botol, kedap udara, dan membiarkannya berfermentasi untuk sementara waktu, dan kemudian melepaskan oksigen sepanjang waktu, dan itu sama seperti jika Anda menanam 10 pohon.

Asal mula EE mulai terkenal di Asia

Pada tahun 2006, Dr. Joean Oon dari Malaysia pergi ke Thailand untuk belajar pengobatan alternatif dengan Dr. Rosukon Poompanvong. Dr. Oon mempelajari teknik membuat enzim sampah (dikenal EE) dari Dr. Rosukon dan mulai menyebarkan kabar gembira ini ketika ia kembali ke Penang (Malaysia). Dr. Oon percaya bahwa penting setiap rumah tangga membuat EE untuk membersihkan ke sistem drainase akibat pembuangan limbah dan untuk membantu membersihkan laut dan sungai yang tercemar. Dr. Oon mengatakan bahwa satu liter larutan EE dapat memurnikan hingga 1.000 liter air sungai yang terkontaminasi.

Deterjen biasa hanya membungkus lemak. Ketika partikel lemak yang terbungkus dicuci lalu dibuang melalui saluran pembuangan, mereka berkumpul kembali dan membentuk lapisan berminyak yang disebut grease cake, yang penuh dengan minyak dan perlu dihilangkan dengan sekop. Jika tidak dibersihkan, itu akan menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir. Sistem drainase dan air limbah akan meluap.

Jika kita menambahkan beberapa EE ke deterjen pembersih, itu akan menghancurkan lemak menjadi partikel yang lebih kecil, dan mikroorganisme di udara akan semakin mengoksidasi dan membusuk. Jadi, selama kita menggunakan EE, grease cake tidak akan mengumpal dalam saluran, maka tidak akan ada penyumbatan dalam sistem drainase kita, dan air jernih akan mengalir tanpa hambatan di saluran pembuangan.

Selama proses pembuatan enzim, gas yang sangat kuat akan dilepaskan, jadi dia menyarankan orang untuk menggunakan wadah plastik. Kita juga perlu menggunakan air bersih. EE ini mudah dibuat: yang kita butuhkan adalah satu porsi gula merah, tiga porsi sampah dapur, dan 10 porsi air.

Selama 30 hari pertama, tutup wadah harus dibuka setiap hari untuk memungkinkan gas yang terperangkap di dalam dilepaskan. Saat membuat EE, kita perlu memperhatikan satu hal penting. Jika Anda menggunakan botol air mineral, Anda harus membuka tutupnya dari waktu ke waktu, karena sangat rapat. Anda perlu melonggarkan tutupnya untuk melepaskan gas. Kendurkan perlahan-lahan, maka Anda akan mendengar suara seperti gas/soda, sama seperti suara botol minuman berkarbonasi dibuka. Kemudian, tutup kembali.

Demi keamanan, Dr. Rosukon selalu menekankan penggunaan wadah plastik. Selama bulan pertama fermentasi, alkohol akan dilepaskan, sehingga Anda akan mencium bau alkohol saat membuka wadah. Pada bulan kedua, Anda akan mencium bau asam, yang merupakan bau asam asetat. Dengan banyak senyawa seperti mineral dan vitamin, itu akan terus memecah dan membentuk enzim secara alami.

Itulah sebabnya Dr. Rosukon mengatakan bahwa dibutuhkan tiga bulan untuk membuat EE untuk Anda gunakan. Ketika Anda selesai membuat EE, Anda tidak perlu menggunakannya segera. Anda dapat menyimpannya selama bertahun-tahun - satu tahun, dua tahun, tiga tahun, bahkan 10 atau 20 tahun. Semakin lama periode tersebut, semakin kecil molekulnya, karena campuran terus berfermentasi dan terurai. Ketika molekul semakin kecil, itu akan memiliki penetrasi yang lebih baik.

Dengan dukungan staf, teman, dan anggota keluarganya, Dr. Oon sekarang menjadi pembicara aktif EE dan secara teratur menyampaikan ceramahnya “Menyelamatkan Bumi melalui Enzim Sampah” kepada publik. Keluarganya menghasilkan 100-200 liter EE secara teratur. EE ini dikemas dan diberikan secara gratis kepada teman-teman dan kepada publik melalui seminar dan lokakarya.

Dengan dukungan dari departemen pendidikan negaranya, badan pemerintahan lainnya, dan berbagai organisasi nirlaba, Dr. Oon melakukan kunjungan rutin ke sekolah-sekolah lokal, mengadakan lokakarya untuk anak-anak, dan menyelenggarakan kegiatan yang disebut “Bersihkan Sungai dan Sistem Drainase dengan Enzim Sampah (EE)." Sebagai contoh, pemerintah negara bagian Perlis bermaksud mempromosikan EE dan mengajari semua siswa sekolah dasar cara membuatnya.

Sebagai hasil kerja keras Dr. Oon, Radio-Television Malaysia (RTM TV2) menyiarkan serangkaian program khusus yang memperkenalkan EE kepada publik. Banyak petani sayur dan buah di wilayah Cameron Highlands Malaysia menggunakan EE sebagai alternatif pupuk kimia di pertanian mereka, dan mereka semua mengalami peningkatan hasil dan hasil yang lebih baik, dengan lebih sedikit penyakit bakteri yang mempengaruhi tanaman.

Penyakit tanaman telah menurun. tanah telah membaik, dan logam berat serta racun seperti pupuk kimia dalam tanah telah terurai. Hasilnya tanaman terasa sangat manis, karena sekarang kita menggunakan lebih sedikit pestisida. Sayuran tumbuh dengan sangat baik dan kualitas udaranya juga meningkat.

Selain mempromosikan pembuatan enzim sampah, Dr. Oon telah memberikan banyak penekanan dalam ceramah publiknya tentang perlunya menjauhkan diri dari daging, telur, dan produk susu (vegetarian).

Jadi tujuan utama dalam mempromosikan vegetarisme adalah untuk mengatasi masalah pemanasan global, dan memberi tahu masyarakat bahwa daging adalah penyebab utama pemanasan global. Kita perlu memperhatikan ini. Banyak orang sangat terkejut ketika mereka mengetahui tentang data ilmiah, yang sebagian besar tidak menyadari kebenaran. Bukannya mereka tidak ingin mengambil tindakan tetapi mereka tidak sadar.

Akhir kata, kami salut kepada Dr Rosukon karena telah menciptakan enzim sampah (EE) yang menguntungkan banyak orang. Kami ucapkan terima kasih yang tulus, kepada Dr. Joean Oon dan semua sukarelawan untuk menyebarkan berita tentang EE ini dan pola makan vegetarian, karena upaya Anda membantu menjadikan dunia kita tempat yang lebih bersih dan lebih hijau. Biarkan upaya terpuji Anda terus menginspirasi dan membangunkan lebih banyak orang untuk bergandengan tangan untuk melestarikan rumah yang indah ini untuk generasi mendatang.

Semoga hidup kita selalu diberkati dalam kedamaian dan cintailah alam dengan peduli lingkungan global. Semoga dunia makin damai dan terbebas dari berbagai bencana, hasil bumi berlimpah ruah.

sumber bacaan:
1. FAO Regional Office for Asia and the Pacific fao.org/asiapacific/news/detail-events/en/c/47368/ (tanggal 26 Mei 2020, pukul 14.10 wib)
2. Dr Rosukon Poompanvong http://iwmcf.net/award/2012/11 (tanggal 26 Mei 2020, pukul 14.00 wib)
3. Dr. Joean Oon: Greening the Earth with the Garbage Enzyme       
http://suprememastertv.tv/pe/?wr_id=125&page=3 (tanggal 26 Mei 2020, pukul 14.30 wib)
4. Chou Ta-Kuan Foundation http://www.ta.org.tw/m/service.php?lang=en&view=&idept=21&isdept=12&pk=1053 (tanggal 26 Mei 2020, pukul 15.00 wib)

Pendidikan Lainnya

...

Pendidikan Tak Berjumpa

02 May 2021 (6 months ago)

Pendidikan Tak Berjumpa  (Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pe...

...

Peran Dosen Agama Buddha Dalam Strategi Mendesain Model Pembelajaran Yang Menarik Dan Menyenangkan Selama Masa Pandemi Covid-19

23 April 2021 (7 months ago)

Rida Jelita.S.H., M.H Dosen STAB Maitreyawira, Riau Abstrak Semua i...

...

Merajut Kehidupan Harmonis, Membangun Kebersamaan Di Tengah Covid-19*)

30 December 2020 (10 months ago)

      Dari Webinar Nasional yang bertema : &l...

...

Abdi Negara Dan Abdi Dharma (dalam Rangka Hari Guru Nasional Dan Hut Pgri Ke-75)

26 November 2020 (1 year ago)

Hidup demi pelayanan pada Negara bidang pendidikan dan pelayanan pada ...

...

Implementasi Sekolah Bebas Sampah Organik

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita   Masalah sampah organik (contoh sisa sayuran da...

...

Eco Enzyme Vs Covid-19

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Sebenarnya sejak kapan COVID-19 masuk ke negeri kita...

...

Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

05 September 2019 (2 years ago)

Disusun oleh Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira &...

...

Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha Menuju Dunia Satu Keluarga

04 September 2019 (2 years ago)

           Undang Undang Nomor  20&...

...

Eco Enzyme Do It Yourself

31 August 2019 (2 years ago)

OLEH RIDA JELITA, S.H., M.H. (DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA) Eko Enzi...

...

Pentingnya Lembaga Alumni Di Stab Maitreyawira

17 July 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Pendidikan Memperbaiki Nilai Kehidupan

30 May 2019 (2 years ago)

Memberi nilai kehidupan manusia Melihat fenomena Kehidupan , orang se...

...

Bagaimana Merumuskan Visi Dan Misi Perguruan Tinggi

10 April 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira Setiap l...

...

Tips Agar Tugas Kuliah Selesai Tepat Waktu

28 March 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Memanfaatkan Teknologi Untuk Bahan Ajar Pembelajaran

16 February 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen STAB Maitreyawira yadisutikno@gm...

...

Tips Untuk Mahasiswa Agar Sukses Kuliah

18 December 2018 (2 years ago)

Setiap mahasiswa tentu ingin sukses kuliah. Tentu saja keinginan sukse...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (2)

15 November 2018 (3 years ago)

Memahami Tiga Konsep Kehidupan Manusia yaitu  Naturalis, Humanis,...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (1)

15 November 2018 (3 years ago)

Evolusi adalah proses yang mesti dilalui menuju peradaban. Harmonis ad...

...

Orasi Ilmiah Pada Wisuda Sarjana Ke-12 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten

15 October 2018 (3 years ago)

Namo Buddhaya,   Damai sejahtera selalu menyertai kita semua, &nb...

...

Andai Aku Iron Man

15 October 2018 (3 years ago)

Sejak kuliah di STAB Maitreyawira yang ada diotak kita mungkin kapanla...

...

Kuliah Dengan Google Classroom?

07 October 2018 (3 years ago)

Baru 1 hari saya mencoba aplikasi pendidikan yang disediakan oleh goog...

...

Perkuliahan Jarak Jauh – E Learning?

07 October 2018 (3 years ago)

Dalam dunia pendidikan tinggi mengenal istilah E-Learning, istilah ter...

...

Tips Mendapatkan Nilai A

01 October 2018 (3 years ago)

Mendapatkan nilai A sewaktu belajar di kampus merupakan suatu hal yang...

...

Menggagas Pendidikan Moral

11 September 2018 (3 years ago)

Pendidikan sangat berperanan penting dalam proses peningkatan kualitas...