Menggagas Pendidikan Moral


11 September 2018 (3 years ago) Pendidikan 665 Viewers

Pendidikan sangat berperanan penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan merupakan proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Pemerintah terus mengadakan perbaikan di bidang pendidikan agar bangsa ini mampu bersaing dalam era digital. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi high-tech selalu membuat kita tertinggal jauh dalam urutan pendidikan dunia, karenanya berbagai kajian, penelitian tentang sistem pendidikan terus dilakukan sampai pada diterbitkannya Undang Undang Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional dan diikuti dengan perbaikan Kurikulum Nasional K-13 dan dikeluarkannya Peraturan Presiden  Nomor 87 Tahun 2017, tentang  Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Penguatan Pendidikan Karakter  adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

            Thomas Lickona (2012, 31), mengatakan bahwa pada abad 21 terdapat  sedikitnya sepuluh alasan mengapa sekolah seharusnya memberikan arahan jelas dan menyeluruh tentang komitmen pendidikan moral dan pengembangan karakter. Terdapat tiga komunitas sosial telah terlibat di dalam pendidikan moral, yaitu rumah, komunitas spiritual, dan sekolah. Sekolah memiliki peran dalam pendidikan nilai yang begitu terbatas oleh waktu yang begitu berharga, dan pertengahan abad ini dengan cepat pemikiran tersebut sudah ditinggalkan. Menurut Lickona peranan sekolah sebagai tempat pendidikan moral menjadi semakin penting ketika jutaan anak-anak mendapatkan sedikit pendidikan moral dari orangtua mereka dan ketika makna nilai yang sangat berpengaruh yang didapatkan melalui tempat ibadah lainnya perlahan tidak berarti dan menghilang dari kehidupan mereka.  Pada saat ini, ketika  sekolah tidak memberikan pendidikan moral, pengaruh kekerasan terhadap karakter anak-anak begitu cepat masuk dan membuat nilai-nilai yang berlaku menjadi vakum.

            Semua sekolah dan tenaga edukasi tentunya dihadapkan pada perbaikan kualitas pendidikan sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan dan persaingan global.  Namun pada peraktiknya banyak sekolah yang masih belum mampu dan tidak mau menjalankan karena internal sekolah yang punya misi berbeda. Kondisi ini telah terjadi puluhan tahun sebelum terbitnya Perpres tersebut.

            Menurut  saya saat ini Pembelajaran Pendidikan Moral Etika sudah wajib di ajarkan kembali dengan porsi jam lebih banyak, guna untuk meluruskan sikap moral seseorang untuk masa depannya bukan hanya pendidikan agama, Pendidikan moralitas dengan memahami keharmonisan bersama, nilai-nilai esensial hidup bermoral sesuai dengan hati nurani dan hukum kebenaran semesta.

            Tokoh Guru Spiritual Dunia, Y.A.Wang Kao San mengatakan bahwa : “ Dalam mengembangkan  hukum kebenaran moralitas kebajikan dan hati nurani, haruslah dimulai dari fondasi dasar sebuah keluarga dan sekolah. Melalui pendidikan usia dini mengajarkan moralitas kebajikan dan hukum kebenaran nurani kepada anak-anak, sehingga sejak kecil orang sudah bisa berbuat sesuai dengan moralitas kebajikan dan hukum kebenaran, kelak dewasa ia tidak akan berbuat hal-hal yang membelakangi nurani. Menjadi teladan berbuat secara nyata akan mendorong orang lain dan semua umat manusia dapat menemukan kembali hati nuraninya. Tiada peduli orang apa, dimanapun negaranya, etnis atau warna kulit berbeda namun satu entitas. Dalam hati nurani setiap orang tiada perbedaan, karenanya marilah kita membangun jalan hati nurani, agar terbentuk dunia damai sentosa”.

            Tujuan Pendidikan secara khusus adalah untuk menanamkan dasar-dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlak mulia, ini tidak lepas dari moralitas agama yang dianut masing-masing peserta didik.  Pendidikan agama menyangkut tiga aspek umum yakni keimanan , kebaktian dan kesusilaan,  atau pendidikan agama hanya di nilai dari aspek kemampuan intelektual siswa saja, mencatat, menginggat, ujian dan nilai. Sangat sayang  sekali apabila kurang dalam  unsur moralitasnya, maka pemerintah melalui Mendikbud membuat kebijakan full day school, guna menambah pembelajaran moral etika. Seorang peserta didik tidak akan mampu membawa pendidikan agama yang dipelajari kedalam kehidupannya atau peraktik sehari- harinya kecuali yang bersangkutan mendapat bimbingan kembali dirumah masing-masing sesuai agama orangtuanya. Kondisi demikian telah saya amati sendiri sebagai guru agama Buddha, yang telah mengajar, mendidik, membimbing sudah lebih kurang 35 tahunan.

            Melihat kenyataan sekarang jaman telah berubah, anak-anak semakin sulit dibimbing dan diawasi. Bagaimana dengan masa depan bangsa, apabila nilai-nilai moral etika tidak segera diperbaiki. Siapa yang bertanggungjawab untuk itu semua, sudah tentu semua komponen bangsa ikut memikirkannya, terutama pihak sekolah yang berhadapan langsung dengan perbaikan kepribadian bangsa.

            Kalau mau dikaji lebih dalam dimana salahnya bangsa kita ini, semua Hukum dan Perundang undangan sudah cukup banyak untuk mengatur kehidupan bangsa, namun hukum dan perundang undangan tidak mungkinlah bisa berjalan, kalau bukan kita yang berakal pikiran menjalankannya untuk kehidupan kita bersama. Kejahatan, perbuatan brutal, kriminalitas, perbuatan melanggar hukum  yang menjadi tayangan televisi, sebenarnya terletak pada lemahnya kesadaran hidup dan redupnya hati nurani.

            Pendidikan Agama sudah diberikan di sekolah-sekolah sejak sebelum Indonesia merdeka, guna membentuk manusia yang berkepribadian, berakhlak, beriman dan bertakwa. Jaman dulu jarang kita mendengar kejahatan yang dilakukan seperti sekarang yang sadistis, tidak bisa juga kita berkata karena lilitan ekonomi atau alasan kemakmuran kejahatan itu dilakukan. Karena sumber kejahatan itu sendiri dari diri sendiri yang bermuara pada pikiran kebencian, keserakahan dan kegelapan batin. Banyak orang yang miskin tapi   kuat dalam iman dan bertakwa, tetapi banyak juga orang yang kaya-raya, namun miskin dalam iman, yang tak malu berbuat kejahatan seperti para koruptor,  dan tak takut akan akibat kejahatannya.

            Pendidikan agama diberikan  guna memberitahukan kepada peserta didik tentang apa yang belum diketahui, menghilangkan keraguan dalam hidup, menghilangkan kegelisahan, membentuk sikap mencintai nilai-nilai kebajikan dan menghindari berbagai kejahatan dan dapat mengaktualisasikan segala pelajaran moralitas yang telah diterima dalam hidup sehari hari. Ini barulah mempunyai nilai tambah terhadap pelajaran agama yang disampaikan atau diajarkan.           

            Nilai moralitas dasarnya adalah Kasih, bila berbuat yang bermoral berarti memperaktikkan kasih dalam kehidupan, kasih haruslah berwujud nyata dalam peraktik dan kehidupan sehari-hari, Perbuatan kasih akan memperbaiki bangsa ini dari berbagai masalah kehidupan dan perbaikan moralitas bangsa. Orang yang mempunyai kasih tidak akan berbuat yang menyakiti orang lain, tidak akan diskriminasi, tidak akan egois, senang hidup berdampingan, bersosial dan solidaritas tinggi, tidak akan mencari keuntungan dibalik kerugian orang lain, hidupnya sangat sederhana, selalu memancarkan kasih dengan senyum ,berbuat dan pikiran mengasihi.

            Dari kasih ini muncullah sikap altruis, peduli pada orang lain, respek pada sesama, menghargai semua, bersyukur atas segalanya, mengalah dalam segala hal, tidak adu domba, tiada pertikaian, tiada perebutan kekuasaan, kedudukan atau jabatan. Inilah pelajaran perbaikan moralitas bangsa yang paling sulit diperaktikkan. Karena manusia pada umumnya tersandung tiga batu dan racun kehidupan diatas kebencian timbul dendam saling melepas amarah dan membunuh, ketamakan, terikat pada keduniawian dan mengejar semua yang tidak kekal, kebodohan atau kedungguan yang selalu menjadi masalah karena berbuat tidak tahu mana baik atau buruk, benar atau salah.

            Semoga kita dapat kembali kepada jalan perbaikan moral bangsa melalui pendidikan moral etika, dengan konsep pikiran dan pengertian yang benar.

            Semoga kita semua dan sekalian makhluk berbahagia.  

 

*)Penulis: SONIKA,DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA

Pendidikan Lainnya

...

Pendidikan Tak Berjumpa

02 May 2021 (6 months ago)

Pendidikan Tak Berjumpa  (Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pe...

...

Peran Dosen Agama Buddha Dalam Strategi Mendesain Model Pembelajaran Yang Menarik Dan Menyenangkan Selama Masa Pandemi Covid-19

23 April 2021 (7 months ago)

Rida Jelita.S.H., M.H Dosen STAB Maitreyawira, Riau Abstrak Semua i...

...

Merajut Kehidupan Harmonis, Membangun Kebersamaan Di Tengah Covid-19*)

30 December 2020 (10 months ago)

      Dari Webinar Nasional yang bertema : &l...

...

Abdi Negara Dan Abdi Dharma (dalam Rangka Hari Guru Nasional Dan Hut Pgri Ke-75)

26 November 2020 (1 year ago)

Hidup demi pelayanan pada Negara bidang pendidikan dan pelayanan pada ...

...

Eco Enzyme Dan Pencapaiannya Yang Luar Biasa Dalam Bidang Pertanian.

26 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Siapakah Dr. Rosukon Poompanvong? Rosukon Poompanvo...

...

Implementasi Sekolah Bebas Sampah Organik

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita   Masalah sampah organik (contoh sisa sayuran da...

...

Eco Enzyme Vs Covid-19

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Sebenarnya sejak kapan COVID-19 masuk ke negeri kita...

...

Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

05 September 2019 (2 years ago)

Disusun oleh Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira &...

...

Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha Menuju Dunia Satu Keluarga

04 September 2019 (2 years ago)

           Undang Undang Nomor  20&...

...

Eco Enzyme Do It Yourself

31 August 2019 (2 years ago)

OLEH RIDA JELITA, S.H., M.H. (DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA) Eko Enzi...

...

Pentingnya Lembaga Alumni Di Stab Maitreyawira

17 July 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Pendidikan Memperbaiki Nilai Kehidupan

30 May 2019 (2 years ago)

Memberi nilai kehidupan manusia Melihat fenomena Kehidupan , orang se...

...

Bagaimana Merumuskan Visi Dan Misi Perguruan Tinggi

10 April 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira Setiap l...

...

Tips Agar Tugas Kuliah Selesai Tepat Waktu

28 March 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Memanfaatkan Teknologi Untuk Bahan Ajar Pembelajaran

16 February 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen STAB Maitreyawira yadisutikno@gm...

...

Tips Untuk Mahasiswa Agar Sukses Kuliah

18 December 2018 (2 years ago)

Setiap mahasiswa tentu ingin sukses kuliah. Tentu saja keinginan sukse...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (2)

15 November 2018 (3 years ago)

Memahami Tiga Konsep Kehidupan Manusia yaitu  Naturalis, Humanis,...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (1)

15 November 2018 (3 years ago)

Evolusi adalah proses yang mesti dilalui menuju peradaban. Harmonis ad...

...

Orasi Ilmiah Pada Wisuda Sarjana Ke-12 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten

15 October 2018 (3 years ago)

Namo Buddhaya,   Damai sejahtera selalu menyertai kita semua, &nb...

...

Andai Aku Iron Man

15 October 2018 (3 years ago)

Sejak kuliah di STAB Maitreyawira yang ada diotak kita mungkin kapanla...

...

Kuliah Dengan Google Classroom?

07 October 2018 (3 years ago)

Baru 1 hari saya mencoba aplikasi pendidikan yang disediakan oleh goog...

...

Perkuliahan Jarak Jauh – E Learning?

07 October 2018 (3 years ago)

Dalam dunia pendidikan tinggi mengenal istilah E-Learning, istilah ter...

...

Tips Mendapatkan Nilai A

01 October 2018 (3 years ago)

Mendapatkan nilai A sewaktu belajar di kampus merupakan suatu hal yang...