ORASI ILMIAH PADA WISUDA SARJANA KE-12 SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA TANGERANG BANTEN


15 October 2018 (3 years ago) Pendidikan 747 Viewers

Namo Buddhaya,   Damai sejahtera selalu menyertai kita semua,   Selamat pagi,     Yang terhormat, Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya, Bapak. Sapardi S.pd M.pd   Yang kami muliakan para Bikhsu, Bikkhu ..   Yang kami hormati, Dirjen Bimas Buddha R.I.   Yang kami hormati dan banggakan, para wisudawan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya ke-12 ..   Yang kami hormati, Bapak dan Ibu tamu undangan yang berbahagia..   Puji dan Syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, Para Buddha dan Boddhisatva atas rahmat yang diberikan, pada pagi hari yang bersejarah ini, kita dapat menghadiri acara wisuda Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya yang ke-12.

Pada kesempatan yang terhormat ini, Atas nama Keluarga Besar Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), kami ingin mengucapkan :   " Selamat dan Sukses" kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan, dan memperoleh gelar kesarjanaan dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten yang membanggakan ini.   Semoga, ilmu.., pengetahuan.., dan pengalaman selama menempuh pendidikan di kampus ini menjadikan saudara-saudara semua sebagai sarjana yang berdharma kepada umat Buddha, masyarakat, bangsa, negara.   Kami juga berharap, STAB Negeri Sriwijaya dapat mewarisi kebesaran Kerajaan Sriwijaya sebagai rumah bagi para sarjana Buddha... Sehingga menjadi salah satu pusat pembelajaran agama Buddha di dunia  

Sejarah mencatat lebih dari seribu rohaniwan dan ilmuwan Buddhis yang belajar agama Buddha, sekaligus mempraktekkan Buddha Dharma pada Sakya-kirti, seorang agamawan sekaligus ilmuwan terkenal di Sriwjaya jauh di paruh pertama abad ke tujuh Masehi.... Lebih dari empat belas abad silam Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.   Pada momentum yang bersejarah ini, kami diminta untuk menyampaikan orasi ilmiah dengan tema   "Menumbuhkan Jiwa Enterprenership Dalam Pengabdian Cendikia Buddhis di Era Milenial".   Tema ini relevan dengan kondisi saat ini, kita berada di paruh pertama abad ke-21 yang sering disebut era milenium, yang diisi oleh generasi milenial.   Sebagai generasi yang hidup di era milenial, tentu saja tantangan yang dihadapi jauh berbeda dengan kehidupan di abad ke-20 yang sudah kita tinggalkan 18 tahun lalu.  

Saat ini kita hidup di era baru, dengan kecepatan perubahan teknologi digital yang sangat luar biasa.   Revolusi teknologi sedemikian cepat berubah.     Dunia sedang ber-akselerasi lebih cepat daripada yang pernah diprediksikan sebelumnya.   Revolusi di bidang bisnis, telah berubah drastis. Saat ini dunia memasuki “a brand new business age”.   Setelah lebih dari 100 tahun, pada akhirnya kita memasuki Era Inovasi, Era perusahaan yang menempatkan kebijakan inovasi tanpa henti pada  perusahaannya akan memenangkan kompetisi.   Lini pekerjaan yang dahulu dipandang tenar, mungkin saat ini dipandang ketinggalan jaman dan tidak up to date.  

Transformasi teknologi dan cara-cara berusaha yang baru, tidak dapat dibendung dan dihindari lagi.   Kita tidak bisa diam terpaku, ... tetapi harus mengikuti arus dan harus bisa melampaui  jaman yang berubah cepat.   Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.   Seringkali timbul pertanyaan : siapakah sebenarnya yang akan menguasai “brand new business age” ini?   Apakah generasi milenial yang sudah sejak bayi terpapar teknologi informasi, media sosial ataupun produk-produk digital lainnya? Belum tentu!   Buktinya Steve Jobs, Bill Gates, atau Elon Musk. bukanlah generasi milenial.  

Para penggagas inovasi ini tidak lahir di era tahun 1980-2000an. Jadi .... dunia digital ini tidak sepenuhnya dimonopoli oleh generasi milenial.   Artinya....,  bukan generasi atau umur yang menentukan,   tetapi ....bagaimana kita bisa memanfaatkan ketangkasan atau talenta kita untuk mengubah pengalaman menjadi suatu penawaran baru, baik itu berupa gagasan atau ide baru, solusi baru, ataupun produk yang benar-benar baru dalam berwirausaha.   Ketangkasan dalam ber-wirausaha merupakan hal yang sangat esensial.  

Bagaimana suatu perusahaan dapat dengan cepat merespon dan mengantisipasi peluang-peluang internal dan eksternal ?   Bagaimana perusahaan dapat dengan cepat meng-intervensi pasar untuk memperkenalkan produk baru mereka?   Bagaimana perusahaan dapat mengambil “hati konsumen" dengan sharing pengalaman mereka..., merupakan poin-poin  yang harus diintegrasikan ke dalam jantung para wira-usahawan saat ini.   Era ini adalah momentum ... bahwa nilai suatu perusahaan atau wirausaha bergantung pada ketangkasan pelaku usaha untuk cepat beradaptasi, berubah dan “berbeda”.   Innovate or die.   Steve Jobs mengatakan bahwa “Innovation distinguishes between a leader and a follower”,   inovasi membedakan mana yang merupakan seorang pemimpin atau hanya seorang pengikut.  

Namun..., seringkali manusia enggan bergerak dari zona nyamannya, ... seringkali gagal move on, ... gagal untuk berubah. ...   Meskipun mereka yakin inovasi adalah hal yang positif, akan tetapi setelah menciptakan ide atau gagasan baru, tanpa disadari mereka terlena dan ternyata kompetitor telah terlebih dahulu mewujudkannya menjadi suatu produk unggulan baru, .... sementara inovasinya hanya berhenti di narasi saja.  

Masih ingat hand phone "Nokia" yang pernah merajai pasar hand phone di dunia ?   Dengan cepat tergilas oleh "smart phone" buatan Korea.   Mengapa ? karena Nokia terlena dan lambat untuk berubah !!   Situasi ini banyak terjadi di berbagai perusahaan, Ide dan gagasan yang pernah dicetuskan tidak diteruskan menjadi produk baru,cara baru dan atau membawa kemajuan dan kesinambungan usaha.   Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.   Sebagai orang yang lama berkecimpung di dunia usaha, kami menyadari bahwa inovasi saat ini... harus memiliki strategi, prioritas, dan tidak bergerak sporadis.   Innovating is necessary, but it is not sufficient,   berinovasi itu penting, tetapi gagasan inovasi saja tidak cukup.    

Pada era digitalisasi saat ini, kecepatan ekonomi digital mensyaratkan perusahaan untuk memiliki sebuah proses bisnis baru, strategi bisnis baru, kejelian dan ketangkasan pengusaha untuk berinovasi dalam mengkapitalisasi seluruh peluang bisnis yang visible.   Lalu bagaimana bentuk karakter wirausaha agar dapat beradaptasi di era digital ini?   Yang pertama..., inovasi dan digitalisasi harus menjadi inti dari perusahaan.   Kedua..., menghilangkan tahapan yang tidak efektif dalam proses bisnis .. dan menggantikannya dengan proses digital yang lebih efektif dan efisien.   Ketiga..., Kita harus terus menerus berinovasi dan menciptakan hal baru untuk mengantisipasi perubahan iklim bisnis.   Keempat...., Kita harus dapat menyelami lebih dalam pengalaman-pengalaman dari berbagai "pemangku kepentingan" pada area bisnisnya sehingga poin tersebut dapat menjadi competitive advantages perusahaan dan personal branding perusahaan lebih mengena di hati konsumen; dan   Kelima, Kita harus dapat mengkolaborasikan suplliers, pegawai, dan konsumen untuk dapat menciptakan suatu ekosistem baru dengan outcome yang lebih luas.  

Dari kelima poin yang kami sebutkan tadi,   inovasi menjadi hal yang penting dan menjadi kata kunci dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di Era Milenial.   Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.   Era mileneal, telah memandang kehidupan dengan pola yang berbeda.   Jenis-jenis pekerjaan baru bermunculan saat ini dengan penghasilan yang bisa dibilang tidak kecil, sebut saja membuka online shop, coffee shop dan barber shop.   Atau menjadi seleb-gram, / you-tubers, / travel writer, dan beauty blogger; bahkan menjadi video jurnalist tanpa harus menjadi wartawan di media tertentu.   Ada lagi yang menjadi desainer grafis, / animasi dan cetak 3 Dimensi; Bahkan sampai menjadi manajer media sosial yang bertugas menjaga citra perusahaan di berbagai media sosial seperti Facebook, / Twitter, / Instagram, / YouTube dan Google...   dan masih banyak lagi jenis pekerjaan baru yang tidak lagi konvensional.    

Kedepan yang menjadi tantangan bagi generasi milenial adalah ..... bagaimana bergerak cepat, beradaptasi cepat berubah cepat, dan berfikir tangkas dan kreatif di era yang tanpa batas   Bagaimana kita mampu dengan tangkas  menavigasikan data-data yang kita butuhkan untuk memecahkan masalah tertentu, membuat strategi yang tajam untuk mencapai tujuan, dan memiliki kemampuan pemasaran hasil yang ter-integrasi luas dengan menggunakan sumber daya teknologi informasi yang tepat.   Sedangkan tantangan sebagai kaum cendikia..., kita harus cepat menyadari, bahwa... saat ini ilmu pengetahuan bukan merupakan barang private yang hanya dimiliki oleh guru dan pengajar lainnya.  

Ilmu pengetahuan merupakan barang publik yang mudah dan dapat dicari dan dimiliki oleh siapa pun, dimanapun dan kapan pun.   Ilmu pengetahuan juga bukan hanya untuk dihafal tetapi juga harus dimanfaatkan dalam kehidupan nyata   Untuk itu......., pola pembelajaran yang harus diperkuat dalam sistem pembelajaran kita dengan lebih menguatkan kemampuan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga agar kedepan-nya.. generasi muda mampu memaknai, mengolah, menginterpretasikan dan menyaring dengan baik segala paparan data dan informasi di lingkungan sekitarnya.  

Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.   Lalu bagaimana kita menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 yang kini kita masuki bersama?   Era Revolusi Industri 4.0 telah lahir. Periode masa yang menggantikan era globalisasi ini memiliki dampak yang lebih luas dan memberikan tantangan baru yang lebih berat.   Integrasi antara teknologi industri, teknik informatika, dan perkembangan teknologi jaringan internet dan digital ....... telah menuntut perubahan yang cukup radikal di seluruh sendi kehidupan manusia, termasuk di bidang pendidikan.   Kemapanan suatu organisasi ataupun individu pada masa lalu dan kini, tidak menjamin keberlangsungannya jika tidak memiliki keinginan yang kuat untuk merespon, /mengadopsi dan beradaptasi dengan baik terhadap arus kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi.   Jika kita menelusuri jejak sejarah, dimulai dari Revolusi Industri 1.0  pada sekitar tahun 1800-an yang ditandai dengan diciptakannya mesin-mesin penggerak bertenaga uap .... telah mengubah proses produksi barang yang tadinya dilakukan manual berubah drastis dengan mekanisasi ..... guna meningkatkan aspek efisiensi dan efektivitas.  

Selanjutnya Revolusi Industri 2.0 diawali pada tahun 1900-an dengan ciri munculnya industri-industri yang berproduksi massal dengan disertai adanya aturan pembagian kerja dan standar mutu yang jelas.   Lalu  Revolusi Industri 3.0 pada tahun 2000-an yang ditandai dengan fleksibilitas dalam industri manufaktur .... yang tidak hanya menggunakan tenaga manusia namun ... juga menggunakan tenaga robot dan otomatisasi proses produksi.   Dan kini,  Revolusi Industri 4.0 yang dicirikan dengan adanya peningkatan digitalisasi industri yang didorong oleh empat hal yaitu:  

Pertama,   peningkatan volume data, kekuatan komputasi digital, dan konektivitas jaringan;   Kedua, munculnya analisis, kemampuan dan kecerdasan buatan; Ketiga, adanya pola interaksi baru antara manusia dan mesin, dan;   Keempat, adanya perbaikan instruksi dari dunia digital ke fisik seperti robotika, dan cetak tiga dimensi atau 3D printing.  

Revolusi Industri 4.0 telah mengubah kehidupan lebih dahsyat yang tidak pernah terbayangkan Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.   Revolusi Industri 4.0 dikatakan juga sebagai era disrupsi dan revolusi digital karena terjadi fase proliferasi teknologi komputerisasi, digitalisasi dan otomatisasi di semua bidang,   revolusi Industri 4.0 telah mengubah berbagai cara pandang dan pola hubungan antar manusia dalam ber-aktifitas dan bersosialisasi.  

Manusia pada era ini, kemudian dihadapkan pada ketidak-pastian global karena tingginya intensitas paparan informasi dari berbagai sudut perspektif   Untuk menghadapi semuanya itu,... Kita harus memiliki kemampuan untuk mengolah data dan informasi yang cepat, tepat dan akurat.. Sehingga dapat memprediksi dan mengantispasi masa depan yang berubah dengan cepat pula   Begitu juga halnya dengan suatu negara, suatu bangsa.. Setiap negara harus mampu menanggapi perubahan secara komprehensif dan ter-integrasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.... Mulai dari sektor publik, swasta, akademisi .... dan masyarakat sipil   Kita harus membentuk satu ekosistem yang mendukung untuk mengubah tantangan Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang yang menjanjikan bagi kemajuan bangsa  

Di Indonesia, yang mungkin akan menjadi tantangan berat adalah masalah demografi dan pengangguran.   Data BPS (2017) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2017 masih berada dikisaran 5,3% atau sebanyak 7,01 juta jiwa dari total 131,5 juta orang angkatan kerja.   Untuk menjawab tantangan demografi  dan mencegahnya menjadi ancaman dan penghambat di masa depan, kita mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era Revolusi Industri 4.0.   Salah satu upayanya adalah mencanangkan gerakan literasi baru untuk menggantikan gerakan literasi lama.   Gerakan literasi baru ini memiliki fokus pada: Literasi digital, Literasi teknologi, Literasi Kualitas Manusia.  

Ketiga keahlian ini diprediksikan menjadi keterampilan yang dibutuhkan di era evolusi Industri 4.0.   Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.   Dari semua yang kami sampaikan di atas, yang paling mendasar dan yang harus kita perkuat adalah keyakinan kita pada Sang Buddha, teladan hidup kita.... dan Buddha Dharma yang mengajarkan kita tentang hakekat kehidupan berdasarkan pandangan terang yang dapat membebaskan manusia dari kesesatan atau kegelapan batin dan penderitaan dan keyakinan kita tentang ajaran agama Buddha sebagai agama yang sempurna, sebagaimana tertuang dalam kitab suci Tripitaka.     Bapak dan Ibu yang kami hormati, Para wisudawan yang kami banggakan.  

Mengakhiri orasi ilmiah ini, sekali lagi kami mengajak para wisudawan untuk tampil menjadi sarjana yang tidak hanya memiliki bekal keilmuan yang cukup dalam menghadapi era milineal dan era revolusi industri 4.0 .... tetapi juga mewarisi ajaran Sang Buddha, suci dalam pikiran dan perbuatan.   Marilah kita hadapi era milenial dan era revolusi industri 4.0 dengan keimanan yang teguh,/ semangat kerja yang kuat, / dan inovasi yang tiada henti.  

Semoga Tuhan yang maha pengasih, Buddha dan para Boddhisatva selalu melindungi kita semua.   Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata Semoga semua mkhluk berbahagia Sadhu... sadhu.. sadhu  

Terimakasih.  

*) Ir. Arief Harsono, M.M., M.Pd.B  Ketua Umum Permabudhi dan Ketua STAB Maitreyawira.

Pendidikan Lainnya

...

Pendidikan Tak Berjumpa

02 May 2021 (6 months ago)

Pendidikan Tak Berjumpa  (Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pe...

...

Peran Dosen Agama Buddha Dalam Strategi Mendesain Model Pembelajaran Yang Menarik Dan Menyenangkan Selama Masa Pandemi Covid-19

23 April 2021 (7 months ago)

Rida Jelita.S.H., M.H Dosen STAB Maitreyawira, Riau Abstrak Semua i...

...

Merajut Kehidupan Harmonis, Membangun Kebersamaan Di Tengah Covid-19*)

30 December 2020 (10 months ago)

      Dari Webinar Nasional yang bertema : &l...

...

Abdi Negara Dan Abdi Dharma (dalam Rangka Hari Guru Nasional Dan Hut Pgri Ke-75)

26 November 2020 (1 year ago)

Hidup demi pelayanan pada Negara bidang pendidikan dan pelayanan pada ...

...

Eco Enzyme Dan Pencapaiannya Yang Luar Biasa Dalam Bidang Pertanian.

26 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Siapakah Dr. Rosukon Poompanvong? Rosukon Poompanvo...

...

Implementasi Sekolah Bebas Sampah Organik

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita   Masalah sampah organik (contoh sisa sayuran da...

...

Eco Enzyme Vs Covid-19

24 May 2020 (1 year ago)

Oleh Rida Jelita Sebenarnya sejak kapan COVID-19 masuk ke negeri kita...

...

Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

05 September 2019 (2 years ago)

Disusun oleh Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira &...

...

Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha Menuju Dunia Satu Keluarga

04 September 2019 (2 years ago)

           Undang Undang Nomor  20&...

...

Eco Enzyme Do It Yourself

31 August 2019 (2 years ago)

OLEH RIDA JELITA, S.H., M.H. (DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA) Eko Enzi...

...

Pentingnya Lembaga Alumni Di Stab Maitreyawira

17 July 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Pendidikan Memperbaiki Nilai Kehidupan

30 May 2019 (2 years ago)

Memberi nilai kehidupan manusia Melihat fenomena Kehidupan , orang se...

...

Bagaimana Merumuskan Visi Dan Misi Perguruan Tinggi

10 April 2019 (2 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira Setiap l...

...

Tips Agar Tugas Kuliah Selesai Tepat Waktu

28 March 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Memanfaatkan Teknologi Untuk Bahan Ajar Pembelajaran

16 February 2019 (2 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen STAB Maitreyawira yadisutikno@gm...

...

Tips Untuk Mahasiswa Agar Sukses Kuliah

18 December 2018 (2 years ago)

Setiap mahasiswa tentu ingin sukses kuliah. Tentu saja keinginan sukse...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (2)

15 November 2018 (3 years ago)

Memahami Tiga Konsep Kehidupan Manusia yaitu  Naturalis, Humanis,...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (1)

15 November 2018 (3 years ago)

Evolusi adalah proses yang mesti dilalui menuju peradaban. Harmonis ad...

...

Andai Aku Iron Man

15 October 2018 (3 years ago)

Sejak kuliah di STAB Maitreyawira yang ada diotak kita mungkin kapanla...

...

Kuliah Dengan Google Classroom?

07 October 2018 (3 years ago)

Baru 1 hari saya mencoba aplikasi pendidikan yang disediakan oleh goog...

...

Perkuliahan Jarak Jauh – E Learning?

07 October 2018 (3 years ago)

Dalam dunia pendidikan tinggi mengenal istilah E-Learning, istilah ter...

...

Tips Mendapatkan Nilai A

01 October 2018 (3 years ago)

Mendapatkan nilai A sewaktu belajar di kampus merupakan suatu hal yang...

...

Menggagas Pendidikan Moral

11 September 2018 (3 years ago)

Pendidikan sangat berperanan penting dalam proses peningkatan kualitas...