Eco Enzyme Do It Yourself


31 August 2019 (3 years ago) Pendidikan 2592 Viewers

OLEH RIDA JELITA, S.H., M.H. (DOSEN TETAP STAB MAITREYAWIRA)

Eko Enzim nama lainnya Garbage Enzymes (enzim sampah) adalah solusi kompleks yang dihasilkan dari fermentasi limbah dapur (ampas buah dan sayur) dengan menambahkan gula merah/hitam, serta air dengan rumus perbandingan 1:3:10

Hasilnya warna coklat tua dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Eko Enzim ini adalah cairan multiguna dan aplikasinya mencakup rumah tangga, pertanian peternakan dan lain-lain. Tujuannya untuk mengurangi pemanasan global.

Setiap kali kita menggunakan produk pembersi yang terbuat dari bahan kimia, kita telah mencemari air bawah tana, dan ekosistem disekitarnya, produk pembersih konvensional biasanya mengandung bahan kimia berbahaya seperti fosfat, nitrat, ammonia, klorin, dll. Efek akumulasi dari bahan kimia ini yang dibuang oleh setiap rumah tangga dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada planet bumi.

Eko Enzim dapat membantu menjadi pembersih, baik udara, pakaian, perawatan mobil, pembasmi seranga, pupuk organik, dan lain-lain. Eko Enzim juga Bebas polusi karena mengurangi polusi gas metana yang dilepaskan dari sampah yang dibuang dan dapat memerangkap panas 21 kali lebih banyak dari CO2, yang akan memperburuk pemanasan global.

Manfaat eko enzim antara lain:

  1. Hemat, merubah limbah dapur menjadi pembersih rumah tangga serbaguna, seperti deterjen, juga bisa untuk perawatan mobil, pelembut pakaian,  penggunaan pembersih rumah tangga, pupuk organik
  2. Anti bakteri, Jamur dan Virus Anti septik yang alami
  3. Memurnikan Air bawah tanah, residu enzim yang mengalir di bawah tanah pada akhirnya akan memurnikan sungai dan laut
  4. Menghilangkan bau, polusi udara, racun yang dilepaskan oleh asap rokok, knalpot mobil, motor, residu kimia dari produk rumah tangga dll
  5. Fungsi enzim sebagai pengurai sampah, mengubah sampah jadi bahan tata rias/masker, serta sebagai katalisator.

Efek rumah kaca yang disebabkan oleh gas rumah kaca, seperti selimut, jika ketebalannya tepat bumi tidak akan terlalu panas, atau terlalu dingin, tapi sekarang karena terjadi pembakaran bahan kimia ke atmosfer menyebabkan “selimut” menjadi tebal, inilah dikenal sebagai pemanasan global. Pemanasan global mengacu pada peningkatan suhu rata-rata bumi dalam beberapa dekade teakhir dan efeknya diprediksi akan berkelanjutan. PENINGKATAN SUHU GLOBAL DIPERKIRAKAN AKAN MENYEBABKAN PERUBAHAN LAIN, termasuk kenaikan permukaan laut, peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrem, dan perubahan jumlah dan pola curah hujan yang turun. Efek lain termasuk perubahan dalam hasil pertanian, dan peningkatan berbagai macam penyakit.

Meningkatnya frekuensi gelombang panas musim panas dizona beriklim sedang, angin topan, badai dan banjir, gunung es mencair adalah tanda-tanda perubahan cuaca dan pola iklim diseluruh dunia.

Menurut WHO diperkirkan 77.000 kematian dicatat setiap tahun diwilayah asia pasifik karena masalah kesehatan yang timbul dari pemanasan global. (Surat Kabar NST 05/03/2007)

CARA PEMBUATAN EKO ENZIM

Baha-bahan:

  1. Sampah organik, bisa sayuran atau kulit buah segar, jangan sudah busuk, berjamur atau kena minyak.
  2. Gula merah/hitam (bisa diganti gula coklat/aren)
  3. Air, lebih baik air sumur, jangan air PDAM (karena mengandung kaporit), jika mau pakai air PDAM harus diendapkan selama 3 hari dulu baru digunakan.

Cara membuat:

  1. Campur bahan tadi dengan perbandingan 1:3:10 (gula, sampah organik dan air)
  2. Campuran ini dimasukkan kedalam botol dengan penutup sehingga tidak ada udara yang masuk.
  3. Biarkan selama 3 bulan, selama proses fermentasi akan dihasilkan gas, jadi selama sekitar 2 minggu pertama, buka tutup botol tiap hari untuk mengeluarkan gas, kalo tidak bisa meledak, karena itu gunaan botol yang kapasitasnya lebih besar dari Eko Enzim yang kita buat, agar ada ruang udara. Usahakan botol hanya terisi 80% saja, jangan penuh. Letakkan ditempat yang sejuk dengan ventilasi baik, jangan terkena sinar matahari langsung.
  4. Setelah 3 bulan bisa di”panen”, jika mau didiamkan lagi juga bisa, bahkan lebih baik. Menurut Dr. Rosukon (peneliti Eko Enzim yang sudah lebih dari 30 Tahun) Eko Enzim ini tidak memiliki kadaluwarsa. Sisa organik (ampas) dapat dimasukkan kedalam kompos untuk pupuk organik, atau digunakan untuk fermentasi kembali.

 

 

Warning:

  1. Jangan gunakan wadah kaca atau logam yang tidak bisa mengembang (karena akan ada gas yang dihasilkan) sehingga volume gas dan tekanan akan bertambah.
  2. Warna ideal Eko Enzim adalah coklat tua, jika berwarna hitam tambahkan gula merah untuk mengulang proses fermentasinya.
  3. Sisa residu Eko Enzim (ampas) dapat digunakan kembali, tambahkan saja perbandingan 1:3:10
  4. Jika tidak memiliki sampah dapur yang cukup, kita bisa memasukin sedikit-demi-sedikit. Fermentasi 3 bulan dihitung sejak sampah dapur terakhir ditambah
  5. Semakin lama difermentasikan akan semakin baik, karena tidak memiliki tanggal kadaluawarsa. Jangan disimpan dalam kulkas, letakkan disuhu ruangan.

Berikut adalah takaran Eko Enzim dalam pemakaian Rumah tangga (takaran dalam ML)

  1. Mencuci piring, peralatan dapur berminyak 1:10:50
  2. Penyegar ruangan 1:200
  3. Menyiram tanaman 1:500
  4. Disinfektan 1:500
  5. Mengepel lantai dengan perbandingan 1:1000
  6. Mencuci baju (mesin cuci) campur air sedikit baru dimasukan ke mesin, lalu tambahkan sabun cuci

Karena berhasil dalam penelitiannya, Dr. Rosukon Poompanvong (seorang doktor dari Thailand menerima penghargaan dari FAO, lembaga PBB bidang pangan) mengenalkan penemuan ini ke masyarakat luas, tanpa meminta royalti apa pun. Pengetahuan ini bersikap terbuka untuk siapa saja, demi kepentingan lingkungan. Masyarakat dunia telah membuat eko enzim dari sampah dapur mereka sejak beberapa tahun lalu. Di Indonesia, tren ini baru dimulai beberapa tahun belakangan.

 

                                      

 

Pendidikan Lainnya

...

Implementasi Nilai-nilai Toleransi Guna Mewujudkan Indonesia Harmonis Dunia Satu Keluarga *)

24 January 2022 (8 months ago)

Implementasi Nilai-Nilai Toleransi Guna Mewujudkan Indonesia Harmonis...

...

Pendidikan Tak Berjumpa

02 May 2021 (1 year ago)

Pendidikan Tak Berjumpa  (Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pe...

...

Peran Dosen Agama Buddha Dalam Strategi Mendesain Model Pembelajaran Yang Menarik Dan Menyenangkan Selama Masa Pandemi Covid-19

23 April 2021 (1 year ago)

Rida Jelita.S.H., M.H Dosen STAB Maitreyawira, Riau Abstrak Semua i...

...

Merajut Kehidupan Harmonis, Membangun Kebersamaan Di Tengah Covid-19*)

30 December 2020 (1 year ago)

      Dari Webinar Nasional yang bertema : &l...

...

Abdi Negara Dan Abdi Dharma (dalam Rangka Hari Guru Nasional Dan Hut Pgri Ke-75)

26 November 2020 (1 year ago)

Hidup demi pelayanan pada Negara bidang pendidikan dan pelayanan pada ...

...

Eco Enzyme Dan Pencapaiannya Yang Luar Biasa Dalam Bidang Pertanian.

26 May 2020 (2 years ago)

Oleh Rida Jelita Siapakah Dr. Rosukon Poompanvong? Rosukon Poompanvo...

...

Implementasi Sekolah Bebas Sampah Organik

24 May 2020 (2 years ago)

Oleh Rida Jelita   Masalah sampah organik (contoh sisa sayuran da...

...

Eco Enzyme Vs Covid-19

24 May 2020 (2 years ago)

Oleh Rida Jelita Sebenarnya sejak kapan COVID-19 masuk ke negeri kita...

...

Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar

05 September 2019 (3 years ago)

Disusun oleh Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira &...

...

Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha Menuju Dunia Satu Keluarga

04 September 2019 (3 years ago)

           Undang Undang Nomor  20&...

...

Pentingnya Lembaga Alumni Di Stab Maitreyawira

17 July 2019 (3 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Pendidikan Memperbaiki Nilai Kehidupan

30 May 2019 (3 years ago)

Memberi nilai kehidupan manusia Melihat fenomena Kehidupan , orang se...

...

Bagaimana Merumuskan Visi Dan Misi Perguruan Tinggi

10 April 2019 (3 years ago)

Oleh: Rida Jelita, S.H., M.H. Dosen Tetap STAB Maitreyawira Setiap l...

...

Tips Agar Tugas Kuliah Selesai Tepat Waktu

28 March 2019 (3 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen Tetap STAB Maitreyawira   ...

...

Memanfaatkan Teknologi Untuk Bahan Ajar Pembelajaran

16 February 2019 (3 years ago)

Oleh: Dr. Yadi Sutikno, M.Pd. Dosen STAB Maitreyawira yadisutikno@gm...

...

Tips Untuk Mahasiswa Agar Sukses Kuliah

18 December 2018 (3 years ago)

Setiap mahasiswa tentu ingin sukses kuliah. Tentu saja keinginan sukse...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (2)

15 November 2018 (3 years ago)

Memahami Tiga Konsep Kehidupan Manusia yaitu  Naturalis, Humanis,...

...

Membangun Peradaban Kehidupan Manusia (1)

15 November 2018 (3 years ago)

Evolusi adalah proses yang mesti dilalui menuju peradaban. Harmonis ad...

...

Orasi Ilmiah Pada Wisuda Sarjana Ke-12 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten

15 October 2018 (3 years ago)

Namo Buddhaya,   Damai sejahtera selalu menyertai kita semua, &nb...

...

Andai Aku Iron Man

15 October 2018 (3 years ago)

Sejak kuliah di STAB Maitreyawira yang ada diotak kita mungkin kapanla...

...

Kuliah Dengan Google Classroom?

07 October 2018 (3 years ago)

Baru 1 hari saya mencoba aplikasi pendidikan yang disediakan oleh goog...

...

Perkuliahan Jarak Jauh – E Learning?

07 October 2018 (3 years ago)

Dalam dunia pendidikan tinggi mengenal istilah E-Learning, istilah ter...

...

Tips Mendapatkan Nilai A

01 October 2018 (3 years ago)

Mendapatkan nilai A sewaktu belajar di kampus merupakan suatu hal yang...

...

Menggagas Pendidikan Moral

11 September 2018 (4 years ago)

Pendidikan sangat berperanan penting dalam proses peningkatan kualitas...